Jasa Penerjemahan Indonesia-Inggris MURAH BANGET


Joan Marshall.jpg
Bulan-bulan begini biasanya mahasiswa tingkat akhir pada butuh bantuan untuk translate abstrak kan? Cuman Rp 20.000,- aja, dan kamu akan dapatkan terjemahan yang siap untuk dipublikasikan di skripsi/tesis kamu.
 
Mau terjemahkan seluruh skripsi/tesis? Atau dokumen lain? Mulai dari Rp 30.000,- aja per halaman. )*
 
JUST TEXT ME VIA FACEBOOK. (Lihat bagian kanan halaman ini >>)
.
.
.
.
 
)*disesuaikan konten dan format

Seberapa Banyak?


“Tuhan, aku berdoa supaya lulus dengan nilai tinggi.”

“Tuhan, aku berdoa punya pekerjaan yang terbaik.”

“Tuhan, aku berdoa dapat pasangan hidup yang sepadan dengan aku.”

“Tuhan, aku berdoa keluargaku tetap harmonis.”

~

Semua itu adalah doa yang sering kita ucapkan kepada Tuhan. Saya pun menjadi salah satu orang yang melakukannya. Firman Tuhan sendiri berkata bahwa “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7). Jadi tidak salah kan kita berdoa seperti itu?

Tidak salah. Tapi coba perhatikan ini.

•••

“Suatu kali, mama saya memasak sup jagung yang lezat sekali. Saya baru bergabung ke meja makan setelah keluar dari kamar saya. Melihat yang lainnya sudah siap makan dengan mangkok terisi sup, saya pun membuka lemari untuk mengambil mangkok saya sendiri. Sayangnya, mangkoknya habis dan saya harus mencuci lebih dulu untuk mendapatkan mangkok yang besar. Namun saya terlalu malas untuk mencuci sehingga saya memutuskan untuk menggunakan mangkok satu-satunya yang tersisa, yaitu yang kecil. Di dalam panci yang besar itu masih tersedia banyak sekali sup yang mama memang sediakan untuk dihabiskan kami sekeluarga, namun karena mangkok saya kecil, tentu saja saya tidak bisa sekaligus menuangkan banyak sup sesuai porsi saya. Alhasil karena merasa kurang, saya harus mengambil sup beberapa kali setiap kali sup di mangkok kecil itu habis.”

•••

Kita berharap dan berdoa pada Tuhan untuk sesuatu hal terjadi. Tetapi seringkali kita hanya memberikan sedikit ruang untuk Tuhan bekerja. Alasannya bisa jadi karena sibuk, kecapekan, atau yang paling parah, lupa.

Mintanya besar, tapi yang disediakan sedikit. It won’t work. Tuhan kita itu Tuhan yang teratur. Dia juga bukan Tuhan pemaksa.

Sup jagungnya banyak loh, tapi yah menikmatinya sedikit-sedikit kalau mangkoknya kecil. BerkatNya banyak, tapi menikmatinya sedikit-sedikit kalau kita sendiri tidak memberikan ijin sebebas-bebasnya untuk Dia berkarya.

Apakah selama ini sudah sering berdoa untuk berkat, kesembuhan, pemulihan, dan lain sebagainya, tapi rasanya seperti segala sesuatu berjalan lambat? Ini dia kesempatan untuk cek diri sendiri.

Dalam waktu 24 jam sehari, lebih banyak memberikan waktu untuk hal-hal pribadi atau mencari Tuhan? Lebih banyak kuatir dan bimbang akan masa depan atau percaya penuh pada sang Pemilik alam semesta dan Sumber segala yang baik?

Kita bisa belajar dari perempuan Sunem yang sering mendapat kunjungan dari nabi Elisa. Karena ia percaya nabi Elisa itu datang dari Tuhan, maka ia menyediakan ruangan khusus baginya.

Berkatalah perempuan itu kepada suaminya; “Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus. Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.

Apa yang terjadi pada perempuan Sunem itu dalam hidupnya? Dia awalnya mandul bertahun-tahun, tapi dia menyambut Tuhan yang ada dalam nabi Elisa, sehingga ia mendapat anak. Anaknya suatu kali mati, tapi karena ia percaya pada Tuhan, anaknya hidup kembali.

Tuhan kita itu hebat dan ajaib. Mari berikan ruangan selebar-lebarnya untuk Tuhan berkarya dalam hidup kita, maka kita akan merasakan karyaNya yang betul-betul besar. Ayo sediakan mangkok yang besar, tidak perlu makan sup sedikit-sedikit lagi.

Jadilah puas, rasakan sensasi yang sungguh menjadi anak Raja di atas segala raja!

Sakit Hati


P.S. Saya tidak sedang sakit hati, hanya baru menonton film Korea jadi terinspirasi. 😍

P.S. (Lagi) Saya bukan penggemar film Korea, hanya belajar bahasanya. Wkwk. 😂

~~~~~~

Apa yang biasa orang lakukan pertama kali saat merasakan sakit hati? Berdasarkan pengamatan saya selama ini, ada beberapa tipe orang sakit hati.

1. Menangis dalam diam, lalu mengurung diri. Terjadi perubahan sikap. Biasanya buruk. Depresi kali.

2. Tertawa terbahak-bahak, padahal menyimpan luka. Terlihat seolah tidak terjadi apa-apa. Sakitnya hilang kapan tidak tahu, yang penting orang lain tidak tahu.

3. Saking sakitnya, kabarin seluruh dunia lewat sosmed. Awalnya memang sedih, tapi habis itu bisa lupain masalahnya. Kalau ngerasa sakit lagi, bikin status lagi. Perhatian orang lain yang membuat tenang.

Kamu tipe yang mana?

Ehehe. Enggak ding. Ini bukan macam kuiz. Hanya membagikan pengamatan dan pendapat saja.

Kenapa saya tulis 3 tipe itu? Ya memang sih itu belum tentu akurat. Saya kan cuma tulis berdasarkan pengamatan saya saja. Tetapi mau percaya atau tidak, 3 tipe itu yang paling mendominasi manusia sejak dulu sampai sekarang.

Balik lagi. Kenapa saya tulis 3 tipe itu? Karena saya mau menekankan bagaimana reaksi seseorang dalam menghadapi masalah adalah yang menentukan apa yang terjadi selanjutnya.

Tentu benar bahwa tidak seorangpun yang tidak pernah melewati yang namanya sakit hati. (Tapi juga benar tidak semua orang pernah sakit liver. Mehehehe. Beda lagi. 😂) Yang membedakan adalah reaksi yang diberikan.

Boleh lah ketika ada masalah jadi merasa sedih atau menolak merasa sedih dengan cara apapun. Tidak ada yang salah dari dua hal itu. Hanya saja semua orang perlu sadar apa yang bisa terjadi setelah reaksi yang diberikan itu.

Sederhananya, dari pendapat saya sendiri nih ya, sama-sama mengeluarkan energi, kenapa tidak pilih yang positif saja? Eits. Bukan yang asal positif ya, tapi yang benar. Ini nih satu lagi yang belum saya keluarkan dari tipe-tipe di atas.

4. Memang merasa sakit, bisa jadi diam, nangis atau ketawa, tapi habis itu doa, besoknya (besok= lusa, seminggu, sebulan, etc. ) bisa senyum lagi. Ada kekuatan tak terlihat yang perlahan menyembuhkan luka.

Sakit hati? Tidak perlu lari kemana-mana. Satu sumber saja kok. Pergi ke yang ciptakan hati. Jangan ke tukang reparasi hati.

Ibarat gigi lubang nih, pergi ke dokter gigi untuk ditambal. Apakah giginya jadi baru? Tidak. Cuman ditutupin saja lubangnya, padahal masih ada.

Kalau pergi ke sumbernya, dikasi noh hati yang baru, sukacita yang baru, damai sejahtera yang baru. Pokoknya semua yang tidak bisa diberikan dunia ini, ada di penciptanya.

Ayo, semua yang sakit hati, come to Papa. Mau sembuh total kan? Jangan tunggu-tunggu lagi. Bergerak. Cepat. Sekarang. 😉

~~~~

P.S. (Lagi lagi) Saya juga pernah sakit hati, dan tipe 4 ini saya lakukan. Trust me, it works!

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Matius 11:28 TB

Have Your Way in Me


“Have Your way in me.”

Pernah dengar kalimat ini kan?

Itu tuh di lagu “Lord, I give You my heart“. Dan disini, ‘have Your way in me’ diartikan sebagai ‘nyatakan jalanMu’.

‘Nyatakan’ disini bukan berarti hanya sekedar kata-kata proklamasi (to proclaim/state). Tetapi maksud yang benar adalah ‘menjadikan nyata’ (to make something true/realize). Lagu ini berkata, “Tuhan, jadikan jalanMu itu nyata di dalamku.”

Apakah selama ini sadar maksud sebenarnya adalah seperti penjelasan di atas? Atau sekadar bernyanyi tanpa tahu dengan jelas?

Dalam keseharian, terkadang kita juga melakukan hal serupa. Kita berdoa, tapi tidak tahu esensi doa itu sendiri. Kita membaca Alkitab, tapi tidak benar-benar melakukan firman yang kita baca.

Kalau kita mendengar berita demi berita hari-hari ini, banyak sekali yang membuat kita takut dan gentar. Bagaimana tidak? Bencana terjadi dimana-mana, rasa kemanusiaan semakin pudar, teknologi semakin canggih bahkan membuat bulu kuduk berdiri, belum lagi hal-hal supranatural yang tidak bisa dipercaya.
Manusia itu memang ciptaan Tuhan yang derajatnya paling tinggi, tapi bukan berarti kita sempurna. Kita semua tahu itu dengan jelas. Bahkan kita semua tahu benar bahwa kita butuh Tuhan. Hanya saja… tidak semua benar-benar melibatkan Tuhan dalam hidup. Akibatnya, berbagai macam hal buruk dalam kehidupan tak terhindarkan.

Itulah mengapa, setiap hari kita perlu meminta Tuhan untuk menyatakan jalanNya dalam hidup kita. Roh Kudus adalah nahkoda yang hebat. Tidak pernah tersesat meski tidak ada cahaya sedikit pun atau badai besar menerpa. Tidak pernah terkatung-katung di lautan, tapi selalu sampai tujuan.

Nah, sudah tahu FAKTA semacam ini, kenapa tidak datang pada Tuhan? Mari kita meminta Tuhan selalu menyatakan jalanNya.

Hear me out. Kita tidak akan pernah menyesal ketika kita berkata pada Tuhan, ‘have Your way in me.

Selamat siang! Tuhan Yesus memberkati.

“Make me know Your ways, O Lord; teach me Your paths.” (Psalm 25:4)

Such Sweet Reward


There can be such sweet reward, when we wait upon the Lord.”

Secuplik lirik Sandi Patty “In His Presence” di atas menjadi the most played song (lagi) beberapa hari ini. Setiap kali mendengar bagian ini, rasanya ada ucapan syukur mengalir dalam hidup saya.

Ketika tinggal diam dalam hadirat Tuhan, kedamaian, sukacita, kenyamanan, bukan hadir hanya saat dalam posisi menyembah Tuhan saja, tetapi justru setiap saat. Inilah jaminan yang dapat dipegang dan dipercayai selalu.

Such sweet reward” bukan hanya mengatakan tentang sesuatu yang abadi, tidak terlihat yang akan kita terima ketika kita setia duduk di kaki Tuhan. Namun itu juga termasuk hal-hal kecil di dalam kehidupan kita.

Ada satu kejadian yang baru beberapa hari lalu saya alami dan membuat saya begitu terkagum pada Tuhan Yesus.

~~~~

Jadi, hari itu adalah hari wisuda S2 kekasih saya. Saya mau memberi kejutan pada dia dengan datang ke kampus demi memberikan sebuah hadiah wisuda. Namun, saya sendiri ada acara di pekerjaan saya sampai siang. Pada waktu saya bertanya pada kekasih saya tentang acara wisuda, dia berkata bahwa acara sudah selesai dan tinggal foto-foto.

Saya betul-betul bingung apakah saya bisa memberi kejutan atau tidak. Setelah berkonsultasi dengan mama yang akhirnya berkata “kalah menang coba datang saja, kalau tidak bertemu ya sudah”, saya pun memutuskan untuk naik GoCar ke kampus dia yang letaknya cukup jauh dari lokasi saya berada.

Dengan iman saya menuju kesana. Sempat ada sedikit kendala karena akses menuju ke kampus itu sudah sempit ditambah ada perbaikan jalan, sehingga saya pun sampai di lokasi setelah 45 menit lamanya. Belum lagi ditambah dengan panggilan telepon saya yang tidak dijawab-jawab oleh kekasih saya (*ternyata hape yang satu lowbatt jadi dimatikan, sementara hape lainnya di dalam tas yang dibawa papinya*) guna menanyakan posisi keberadaannya.

Sampai di depan kampus, terlalu banyak mobil dan motor sehingga mobil GoCar tidak dapat masuk. Pada akhirnya saya berjalan memasuki area kampus.

Begitu luasnya kampus itu sehingga akan sulit rasanya menemukan batang hidung kekasih saya. Saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, saya sudah sampai disini, saya tidak mau ini menjadi sia-sia.”

Kemudian hikmat Tuhan turun atas saya. Yang pertama saya cari adalah mobilnya. Kemudian yang kedua adalah plat nomornya. Info dari mama saya, plat nomornya adalah 8911. Saya pun berjalan menyusuri kampus, setelah bertanya pada seorang bapak dimana auditoriumnya. Beliau memberikan arah yang menurut saya kurang jelas, sehingga saya mencari jalan lain.

Banyak persimpangan jalan, saya tidak tahu arah yang benar kemana. Saya pun bertanya pada Tuhan lagi, “Kemana, Tuhan?” Secara ajaibnya badan saya berbelok ke arah kanan dan saya mulai menengok setiap sudut demi menemukan mobil tersebut. Tidak lama, saya melihatnya tapi… plat nomornya berbeda, bukan 8911 tetapi 8711. 😑

Saya masih bertanya pada mama saya apa nomor yang benar. Mama hanya berkata lagi, dua digit belakang adalah 11. Dengan iman pun saya mendekati mobil itu seraya melihat pengemudi di dalamnya. Gawatnya, kaca mobil terlalu gelap untuk menembus pandang ke dalam. Saya awalnya berpikir bahwa mobil tersebut terparkir, sampai akhirnya mobil itu bergerak maju.

Seketika saya agak merasa was-was, tetapi saya lihat kondisi sedang macet maka tidak mungkin mobil berlalu dengan cepat. Pada saat yang sama, saya merasa betul-betul yakin di dalam hati ada suara berkata “itu mobilnya”.

Lokasi dimana saya berjalan dan jalan yang dilalui mobil-mobil dipisahkan oleh sebuah selokan yang lebarnya sekitar satu meter. Saya pun berjalan mundur, agar kekasih saya (yang saya yakin sedang menyetir) melihat saya. Dalam hati saya berkata, ‘ayo lihat kesini, ayo lihat aku disini’. Namun beberapa menit berselang, belum juga kaca jendela turun. Saya sedikit merasa goyah awalnya, lalu saya memutuskan untuk berpaling dan berjalan lurus ke depan.

Namun belum berapa detik saya berpaling, saya mendengar nama saya dipanggil dengan keras. Maka, saya pun kembali berbalik ke arah tadi dan menemukan kekasih saya sudah membuka pintu, bukan hanya jendela. (Berasa drama Korea 😆) Saya pun berjalan ke arahnya sambil tersenyum, lalu tanpa memikirkan bahwa saya sedang memakai rok, saya melompati selokan yang cukup lebar itu tanpa terjatuh. (Puji Tuhan 😂) Setelah itu saya menjabat tangannya singkat lalu masuk ke dalam mobil dimana kedua orang tuanya menyambut hangat kedatangan saya yang (saya yakin) tampak sangat berantakan dengan rambut tertiup angin dan keringat deras mengalir.

~~~

Seperti itulah kira-kira singkatnya (😂) dan sederhananya pertolongan Tuhan. Bisa saja saya tidak bertemu kekasih saya dan kejutan saya gagal. Namun, semua orang yang dekat padaNya dan mengasihiNya tidak akan pernah kecewa. Itu janjiNya.

Biarlah sedikit cerita yang saya bagikan ini menjadi inspirasi untuk teman-teman agar dekat dengan Tuhan senantiasa.

Tuhan Yesus memberkati!

And He said, “My presence will go with you, and I will give you rest.”
~ Exodus 33:14-15 ESV

Menurut Kamu?


Watuk

Kata orang Jawa:

WATUK iso diobati, tapi yen WATAK nganti sak modare ora bakalan mari” (Batuk bisa diobati, tetapi kalau watak sampai mati pun tidak bisa sembuh).

Uh-oh. Maaf. Saya tidak sependapat. Karena hidup adalah pilihan.

Sebagai contoh kecil:

Saya dulu akan menolak mentah-mentah untuk diberi masukan. ‘Disenggol‘ sedikit bisa tersinggung, lalu diam dan menyimpannya sampai sakit sendiri. Sampai suatu kali pernah saya terlalu menutup diri karena tidak mau dikecewakan lagi, sehingga mama saya pernah berkata: “Kamu ini manusia atau bukan? Kok nggak bisa bersosialisasi?”

Dalam satu masa, saya menyadari bahwa itu SALAH. Tuhan menciptakan manusia untuk saling mengasihi dan membangun. Gesekan PASTI ada. Tetapi bagaimana cara merespon itulah yang akan membedakan seorang dengan yang lain.

Maka, saya belajar untuk lebih terbuka dan mau diproses. Berteman dengan banyak orang, menghargai segala masukan, sehingga menjadi berkat buat mereka. Bukankah itu memang kehendak Tuhan untuk kita perbuat?

Teman-teman, hari-hari ini KASIH MENJADI DINGIN. Tetapi mari jadi satu bagian yang tetap PANAS dan BERAPI-API supaya pada waktu Tuhan datang kembali untuk menjemput kita, kita didapati tetap setia dan berkenan di hatiNya.

God bless y’all!


“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
~ Roma 12:2

Jasa Penulisan Lirik dan Lagu Mulai dari Rp 100.000!


songwriting

Selamat pagi semuanya!

Entah kenapa terbersit sebuah ide di benak saya pagi-pagi di kamar mandi (oops, ketahuan dimana kan) untuk menjual jasa penulisan lirik dan lagu. Sejauh pengalaman saya, anak-anak sekolah biasanya dapat tugas untuk ini nih. Tapi mungkin juga kamu seorang cowok yang mau ngelamar cewek pakai sebuah lagu, atau kamu punya sahabat dan mau ngasi hadiah spesial. Kalau kamu ngerasa itu kamu, coba cek disini.

P.S. Sebetulnya, jujur aja penulisan lirik dan lagu itu bisa sangat mahal. Google aja deh coba kalau nggak percaya. Tapi disini saya mau salurkan talenta saya, tapi maaf tidak bisa cuma-cuma. Karena yang namanya talenta harus dihargai kan? Hoho.

Tarif HANYA:

  1. Rp 100.000 : Penulisan lirik
  2. Rp 100.000 : Penulisan lagu

* Untuk penggarapan lagu sampai lagu jadi, ada tarifnya sendiri.

Mungkin ada yang mau tahu karya saya seperti apa, silakan klik di bawah ini.

Class Project Songs

Love Is Marvelous – Yohana Ekky (Acoustic)

Tertarik? Comment di bawah ini email kamu dan saya akan email balik. ^^

Stay blessed!