“Jalanmu Bukan JalanKu,” kata Tuhan.


gods-way

Sebelum tidur, saya rasa saya perlu membagikan sesuatu untuk temen-temen. Sebuah kejadian yang terjadi hari ini.

Hari ini ceritanya saya ke kantor imigrasi untuk mengganti paspor. Dari tempat kerja sekitar jam 7.30, naik mobil meluncur membelah jalanan yang cukup ramai dan sampai ke tempat tujuan hanya dalam kurang dari 15 menit. Saya merasa cukup yakin karena segala dokumen sudah saya persiapkan dari hari-hari sebelumnya.

Di kantor imigrasi, mengambil nomor antrian lalu menunggu sekitar kurang lebih 15 menit sampai kantor imigrasi officially buka. Sendirian, cuman otak atik hape sambil nulis blog di WordPress. Yes. (Biasanya dulu kalau beginian selalu sama papa atau mama. Sekarang cewek ini udah jadi wanita. Haha.)

Masalah ‘dadakan’ tiba-tiba muncul. KTP asli saya yang di fotocopy pagi sebelum berangkat kerja (gara-gara diberitahu supaya fotocopy KTP di satu lembar utuh bukan potongan), tertinggal di dalam scanner di rumah. Lumayan deg-degan juga jadinya. Saya BBM papa dan mama untuk memberitahu kejadian ini dan masing-masing menasihati saya atas kejadian ini. (“Biar buat pembelajaran ya dek”, “lain kali kalo persiapan jauh-jauh hari”, dsb).

Sepanjang menunggu, saya dalam hati berdoa minta kemurahan Tuhan supaya boleh pakai KTP yang lama, toh semua berkas sebetulnya sudah lengkap. Saya betul-betul berharap keajaiban terjadi.

Menunggu, menunggu dan menunggu sampai sekitar setengah jam baru nomor antrian saya disebutkan. Saya berjalan menuju customer service yang dilayani oleh seorang ibu. Saya memberikan semua berkas lengkap sampai akhirnya diminta untuk menunjukkan KTP asli.

“Boleh nggak ya kalau saya pakai KTP lama cuma untuk menunjukkan?”

“Masa berlaku masih?”

*Disitu saya merasa sedih*. “Enggak, bu.” Lalu saya meringis tak berdosa.

“Wah, ya nggak bisa. Diambil dulu ya. Nanti langsung ke saya nggak usah antri lagi.” Ibu itu tersenyum dengan ramahnya terus baru deh saya tinggal setelah semuanya beres.

Puji Tuhan, papa menyusul ke kantor imigrasi. Papa bantu saya untuk mengambilkan KTP di rumah dan saya bisa menyusulkan KTP. Semua berjalan dengan sangat lancar sampai seluruh proses selesai.

***

Dari kejadian ini, saya belajar (#lagi) bahwa cara Tuhan menolong (sekaligus mendidik) itu tidak seperti yang saya harapkan. Saya berharap bahwa ada keajaiban dimana saya boleh pakai KTP lama. Tetapi Tuhan justru membuat semua orang sangat ramah terhadap saya dan papa saya datang untuk menolong.

Sebetulnya, inti dari semuanya ini adalah PERCAYA SEUTUHNYA sama Tuhan, karena Dia tahu bahwa yang Dia perbuat itu adalah sempurna dan terbaik untuk anak-anakNya.

Apakah kamu percaya seutuhnya?

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

– Yesaya 55:8

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s